Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2014

Look at me, please boy

Aku tak pernah memaksamu menjadi seseorang yang menyenangkan, tapi selalu menyakiti aku itu bukanlah sesuatu yang lucu... Mungkin kamu tak pernah bermaksud menorehkan luka dikerapuhanku, bahkan kamu tak pernah meminta ku memiliki perasan ini... Tapi aku punya sesuatu yang aku namakan cinta, meski sekencang-kencangnya kuungkapkan berkali-kali, tak pernah sedikitpun membuatmu melihat kearahku... Kamu hanya meliriku sinis, dan berlalu hingga kemudian berakhir dipelukan orang lain. Apa ini ujian darimu, sehingga mencintaimu terasa begitu menyakitkan? Aku sungguh tak ingin sombong, apa yang harus disombongkan dariku. Orang-orang tak ada yang menganggapku menarik, bahkan aku sadar aku adalah wadahnya segala macam kekurangan. Kadang aku merasa tak pantas mencinta kamu yang serba berkelebihan. Tak ada yang pantas disombongkan... Kecuali... Perasaanku... Mungkin nalarku mulai berpikir, buat apa aku mengejar sesuatu yang selalu tega menyeretku hingga ...

I pick you

Jika aku sedang marah dan protes dengan segala kesibukanmu, jangan salahkan aku mengapa aku telah memilihmu menjadi pacar sementara aku disini memprotes kesibukanmu. Aku sudah tahu bagaimana kamu sebelum kita memadu kasih. Aku juga sudah mengetahui bagaimana sibuknya kami sebagai lelaki. Aku tahu bagaimana cueknya sikapmu. Aku sudah mengetahui banyak tentangmu sebelum aku memutuskan untuk menjalin hubungan denganmu. Aku sadar, aku tak punya hak penuh untuk memprotes segala kegiatan yang kamu lakukan disana. Aku juga tidak bermaksud melarangmu untuk melakukan aktivitas. Aku hanya kamu mengerti aku, ya mengerti aku. Sedikit mengerti aku. Aku yang jauh ini sedang menunggu kabar darimu. Tak sempatkah kamu memberi pesan singkat untukku, bahwa disana kau baik- baik saja? Apa semahal itu pesanmu hingga tak kau sempatkan waktu untuk memberiku kabar. Bukan maksud ku untuk tidak mengerti kesibukanmu, tapi aku yang disini sedang menunggu kabar darimu. Aku bukan bermaksud untuk menun...

My lonely (anak asrama)

Tidak seperti apa yang aku fikir awalnya. Sekarang aku hidup di asrama, yang jauh berbeda 180 derajat dari kehidupanku yang dulu. Dulu, segala kepenuhanku mudah terpenuhi. Dulu, aku punya temen yang setia benar-benar setia bahkan aku anggap seperti saudaraku sendiri. Tapi sekarang, sulit sekali mencari sahabat sejati yang benar-benar bisa memaklumi kesalahan kita, yang mau nolongin saat kita susah, yang mau ngasih saat kita butuh, dan yang mau nangis saat kita juga nangis. Itu cuman mimpi buat nemuin sahabat kayak gitu diasrama. Susah banget nemuin sahabat kayak gitu. Kebanyakan anak asrama itu bermuka dua, awalnya baik tapi ternyata nusuk. Baiknya cuman jadi kedok doang buat pertama kenal, tapi ujungnya malah jahat dan nyakitin. Gatau aku yang salah duluan atau emang mereka sifatnya jahat. Tapi aku ga henti-hentinya koreksi diri apa kesalahan aku. Aku kangen banget sama temen lamaku. Aku rindu punya sahabat seperti sahabat lamaku. Sahabat lamaku jauh lebih baik daripada mereka ya...