I pick you

Jika aku sedang marah dan protes dengan segala kesibukanmu, jangan salahkan aku mengapa aku telah memilihmu menjadi pacar sementara aku disini memprotes kesibukanmu. Aku sudah tahu bagaimana kamu sebelum kita memadu kasih. Aku juga sudah mengetahui bagaimana sibuknya kami sebagai lelaki. Aku tahu bagaimana cueknya sikapmu. Aku sudah mengetahui banyak tentangmu sebelum aku memutuskan untuk menjalin hubungan denganmu. Aku sadar, aku tak punya hak penuh untuk memprotes segala kegiatan yang kamu lakukan disana. Aku juga tidak bermaksud melarangmu untuk melakukan aktivitas. Aku hanya kamu mengerti aku, ya mengerti aku. Sedikit mengerti aku. Aku yang jauh ini sedang menunggu kabar darimu. Tak sempatkah kamu memberi pesan singkat untukku, bahwa disana kau baik- baik saja? Apa semahal itu pesanmu hingga tak kau sempatkan waktu untuk memberiku kabar. Bukan maksud ku untuk tidak mengerti kesibukanmu, tapi aku yang disini sedang menunggu kabar darimu. Aku bukan bermaksud untuk menuntutmu, tapi aku hanya ingin kamu menyempatkan waktu untuk memberi ku kabar. Aku tidak menginginkan waktu banyak untuk kamu perhatikan. Aku hanya ingin kamu sedikit meluangkan waktu sedikit di sela- sela kesibukanmu untuk menghubungiku. Sekedar menyapa atau membalas pesan singkatku yang kukirim tadi pagi, aku sudah sangat senang. Dan ketika aku memprotes tentang perilakumu itu, kamu langsung membentakku bahwa kamu sedang sibuk dan kamu akan menghubungiku saat kesibukanmu usai. Apa dari pagi sampai malam hari kesibukanmu belum juga usai? Apa tidak ada jeda istirahat di sela- sela kesibukanmu? Dan ketika aku terus memarahimu, kamu pun menyalahkanku bahwa aku mengeluh dengan sikap cuekmu. Aku tidak mengeluh dan aku tidak menuntut untuk ditemani sepanjang hari. Aku hanya ingin dianggap. Aku tak ingin seharian penuh tak dengar kabar dari mu. Aku hanya ingin kamu memberiku kabar. Sulitkah itu? Bukankah kamu bilang bahwa kamu mencintaiku? Lantas apa yang membuat hal tersebut menjadi sulit jika dilakukan untuk orang yang dicintai? kamu selalu mengatasnamakan cuekmu. Aku sadar kamu pria yang cuek. Dan aku sudah pahami itu. Pikirkan, dan berkacalah pada dirimu. Apa harus dengan marah terlebih dahulu aku bisa mendapatkan sedikit waktumu? Aku lelah, jika ingin mendapatkan perhatian darimu aku harus memancing emosiku terlebih dahulu. kamu selalu menuntutku untuk sabar menghadapi sibukmu itu. Sedangkan jika aku berkata lelah, kamu selalu menguatkan aku agar aku yang disini tetap bertahan denganmu. Cobalah mengerti tentang perasaanku yang disini. Aku dan Kamu saling mencintai, tidakkah lebih indah lagi jika saling mengerti dan perhatian dengan pasangan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

11 Tahun dan Tetap Berlanjut(?)

When I missing you ..