Rindu tak kunjung usai
“Mau kamu apasih?” Teriakkanku memecah keheningan pagi ini. “Kamu itu sakit, nurut dong sama aku! Pokoknya aku kerumah kamu sekarang. Tunggu aku. Jangan kemana-mana loh!” Pagi ini merupakan pagi yang cukup buruk untukku, laki-laki yang diam-diam kucintai sedang terbaring lemah dirumahnya. Laki-laki yang bahkan tak menganggapku lebih dari seorang saha—ah sudahlah. Pagi ini dengan cuaca yang terlihat mendung—pertanda hujan. Aku akan membawakan beberapa butir obat untuk segera diminumnya. ~ “Vin, vino!! Buka pintunya!!” Vino tak kunjung membukakan pintunya untukku. Segera aku membuka pintu kamar kos Vino dengan lancangnya. ...