Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Balas Dendam yang Baik

Halo kawan-kawan, sudah lama sekali tidak menulis di blog. Padahal dulu saya janji akan lebih rajin menulis, tapi apa daya ternyata kesibukan menyita waktu saya dan rasa malas lebih besar daripada ambisi saya untuk menulis. Akhirnya saya menulis lagi dan kali ini saya bercerita tentang pengalaman hidup saya. Semoga kalian yang membaca bisa mengambil pelajaran dari cerita saya. - Kisah ini dimulai pada tahun 2014, seorang anak perempuan kelas 3 SMP di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Bekasi yang biasa dipanggil Dinda oleh teman-temannya memulai perjalanan panjangnya. Perjalanan hidup yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya, lika-liku takdir yang membawanya hingga saat ini. Cerita ini bukan hanya tentang motivasi mengenai hidup, tapi juga tentang cara memberi balasan terbaik kepada orang-orang yang meremehkan. -             Nama saya Dinda, saya lahir dan hidup di keluarga yang sangat menyenangkan. Ayah saya seorang pegawa...

Menilai Manusia

Jadi beberapa waktu yang lalu, saya mengikutin interview untuk masuk dalam sebuah organisasi yang ada di kampus saya. Seperti yang pernah saya utarakan di tulisan saya yang berjudul “Ulang Tahun” bahwa sampai sejauh ini, saya belum mengikuti oganisasi apapun. Maka akhirnya, saya mencoba untuk mendaftar salah satu organisasi di tingkat univerisitas. Terjun di dunia organisasi tidak mudah, begitu banyak saingan yang harus kita hadapi supaya lolos dan menjadi anak organisasi tersebut, tahapnya juga tidak sedikit. Para pendaftar biasanya harus mengisi form, mencetak CV atau portofolio, dan kemudian yang terakhir adalah tahap interview. Nah, saya tidak akan menceritakan bagaimana saya melewati tahap interview tersebut. Tapi yang ingin saya ceritakan adalah tentang salah satu pertanyaan yang dilontarkan kepada saya saat interview. “Bagaimana cara kamu menilai orang lain?” Wow. Sebuah pertanyaan sederhana yang mampu membuat saya berpikir keras   untuk menjawabnya. Kemudi...

Kita (Tak) Pernah Ada

Pernahkah kau berada di titik saat hidupmu mulai tak karuan? Mengira semua yang telah kaulakukan adalah hal yang benar dan menganggap apa yang kaujalani selama ini baik-baik saja, padahal semua yang kaulakukan ternyata hanya berujung sia-sia. Itulah yang kualami selama 2 tahun terakhir bersamanya.             Seorang lelaki tiba-tiba saja hadir dalam hidupku. Menorehkan namanya sebagai salah satu orang yang sangat kucintai. Kehadirannya tak pernah kusangka sebelumnya. Seperti orang yang tak pernah menyangka akan memenangkan kuis dari undian yang ia ikuti. Aku juga tak pernah mengira   Tuhan menyusupkan lelaki itu hingga akhirnya mendapat tempat yang istimewa di hatiku.             Perkenalanku dengannya bermula dari obrolan dan diskusi singkat di ruang maya. Kita berbicara tentang pemerintah seperti orang yang paling tahu jalan terbaik untuk kebijakan pemerintah, ...

Memanggilmu

Kini aku paham, Membuatmu melihat ke arahku tak perlu usaha cukup keras, dengan berteriak memanggil namamu atau dengan bantuan pengeras suara. Aku cukup menyebut namamu, dalam doaku ketika aku berbisik lirih kepada Tuhan.

Suatu Hari

Akan tiba masanya, Kau merasa semua berjalan, tak sesuai harapanmu, Dan dunia seolah-olah, sedang mengkhianatimu. Maka saat itulah, Aku berharap, Kau, Mencari aku.

Ulang Tahun

Akhir-akhir ini, saya sedang rajin-rajinnya menghitung waktu. Kenapa? Karena di tanggal 17 bulan ini, saya akan bertambah usia yang ke-18. Apakah saya terlalu bahagia sehingga setiap hari yang berjalan selalu saya hitung? Sepertinya begitu, saya punya perasaan senang karena sudah mulai menginjak usia di mana seseorang telah dianggap dewasa. Tapi, sebenernya saya juga sedih, kenapa? Karena di usia yang 18 tahun ini, saya merasa memiliki tanggung jawab yang lebih besar dari sebelumnya. Saya harus bersikap dan berpikir lebih dewasa, saya harus lebih dahulu berpikir sebelum melakukan sesuatu, saya harus ini harus itu, dan blablabla yang lain. Saya mau cerita sedikit, di usia yang menuju ke 18 tahun ini saya sedang diambang pencarian jati diri. Saya sedang bingung terhadap orientasi diri saya sendiri, saya bingung terhadap pemikiran-pemikiran yang tadinya saya anggap benar dan sekarang malah saya tanyakan kebenarannya, saya bingung membawa diri saya, membentuk diri saya untuk m...