Postingan

Menampilkan postingan dari 2022

Merayakan Kehilangan

Gambar
  Sesungguhnya sampai detik ini aku masih tidak ingin melepasmu. Tapi sejak awal, kita memang tidak terikat apapun, ya?

11 Tahun dan Tetap Berlanjut(?)

Kau dan aku saling membantu Membasuh hati yang pernah pilu Mungkin akhirnya tak jadi satu Namun bersorai pernah bertemu   Kalau kisahku dan kamu adalah lagu, mungkin lagu Sorai milik Nadin Amizah yang paling tepat menggambarkan perjalanan kita. Dua orang yang tidak ditakdirkan untuk saling bertaut, dua orang yang terlambat dalam hal apapun; kau terlambat menyadari keberdaanku dan aku yang terlambat mengungkapkan semuanya. Akhirnya rahasia terbesarku kini terungkap juga, rahasia yang berhasil ku sembunyikan darimu selama 11 tahun. Sore itu, menceritakan semuanya jujur membuatku lega sekaligus sesak. Perasaan yang tak pernah sampai ini pada akhirnya sampai juga. Mencoba menyelami matamu yang gelap dan dalam, nyatanya aku tak menemukan apapun. “Adakah aku di matamu?” jadi tanya yang terus menerus tak menemukan jawab. “Semuanya tuh rasanya terlambat, tapi gue selalu merasa kalau lo adalah option. Padahal sebenernya lo juga bukan option, kita juga udah gak bisa ngapa-ngapa...

Usahaku Perihal Melupakanmu

Gambar
Kejadian siang itu di underpass Tambun masih terekam jelas di kepalaku--mungkin kamu lupa. Setengah mampus ku coba lupakan tapi selalu berujung gagal. Aku harus apa?

Sebuah Corat-coret: Pertemanan, Cita-cita, Cinta dan Pernikahan

  Huftttt *menghela napas panjang* Berat sekali untuk saya yang sedang mengalami writer’s block ini untuk kembali mencoba menulis. Bahkan sampai saya mengetik kalimat ini pun saya masih belum tau akan menulis tentang apa kali ini. Saya berusaha untuk tetap mengetik ini sambil barangkali tiba-tiba ada ide untuk menulis apa atau membiarkan tulisan ini mengalir begitu saja. Toh tulisan saya juga tidak pernah membahas topik-topik yang berat dan membutuhkan kapasitas otak untuk bekerja lebih keras. Malam saat menulis tulisan ini, saya baru selesai videocall dengan pacar saya yang berada di belahan pulau lain, saya juga baru saja selesai main, ngobrol, makan dengan sahabat-sahabat saya yang sudah berteman dengan saya selama 11 tahun, ya 11 tahun adalah setengah dari umur saya. Terlalu lama berteman dengan mereka justru membuat saya menganggap mereka seperti keluarga saya sendiri, mereka ada di saat saya butuh support , mereka yang sekalipun kita gak berkomunikasi dalam waktu lama, ta...