Ini hanya beberapa kisah yang saya tulis secara iseng dan bertanggungjawab, maka jangan terlalu dibawa serius.
Siapkan secangkir teh atau kopi, duduk dan nikmatilah.
Merayakan Kehilangan
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
-
Sesungguhnya sampai detik ini aku masih tidak ingin melepasmu. Tapi sejak awal, kita memang tidak terikat apapun, ya?
Kau dan aku saling membantu Membasuh hati yang pernah pilu Mungkin akhirnya tak jadi satu Namun bersorai pernah bertemu Kalau kisahku dan kamu adalah lagu, mungkin lagu Sorai milik Nadin Amizah yang paling tepat menggambarkan perjalanan kita. Dua orang yang tidak ditakdirkan untuk saling bertaut, dua orang yang terlambat dalam hal apapun; kau terlambat menyadari keberdaanku dan aku yang terlambat mengungkapkan semuanya. Akhirnya rahasia terbesarku kini terungkap juga, rahasia yang berhasil ku sembunyikan darimu selama 11 tahun. Sore itu, menceritakan semuanya jujur membuatku lega sekaligus sesak. Perasaan yang tak pernah sampai ini pada akhirnya sampai juga. Mencoba menyelami matamu yang gelap dan dalam, nyatanya aku tak menemukan apapun. “Adakah aku di matamu?” jadi tanya yang terus menerus tak menemukan jawab. “Semuanya tuh rasanya terlambat, tapi gue selalu merasa kalau lo adalah option. Padahal sebenernya lo juga bukan option, kita juga udah gak bisa ngapa-ngapa...
NEVER LOST YOU.. Cinta terkadang bisa membuat pelakonnya sedih, bahagia, tertawa dan segalanya yang bahkan tidak masuk akal. Caraku mencintai seseorang tidak harus diungkapkan bahwa aku mencintainya, aku mencintainya dengan caraku sendiri cukup dengan memperhatikannya lewat jarak yang telah ku ciptakan sendiri, tanpa pernah berharap untuk mendapat perhatiannya. Kehidupanku seolah terbelenggu olehnya. Pikiran dan lamunanku selalu jatuh tepat pada dirinya. Dia yang telah merubahku dari seorang yang memiliki pribadi yang periang, selalu tertawa, dan ceria menjadi pribadi yang tertutup, senang melamun dan menjauhkan diri dari keramaian. ...
Jika aku sedang marah dan protes dengan segala kesibukanmu, jangan salahkan aku mengapa aku telah memilihmu menjadi pacar sementara aku disini memprotes kesibukanmu. Aku sudah tahu bagaimana kamu sebelum kita memadu kasih. Aku juga sudah mengetahui bagaimana sibuknya kami sebagai lelaki. Aku tahu bagaimana cueknya sikapmu. Aku sudah mengetahui banyak tentangmu sebelum aku memutuskan untuk menjalin hubungan denganmu. Aku sadar, aku tak punya hak penuh untuk memprotes segala kegiatan yang kamu lakukan disana. Aku juga tidak bermaksud melarangmu untuk melakukan aktivitas. Aku hanya kamu mengerti aku, ya mengerti aku. Sedikit mengerti aku. Aku yang jauh ini sedang menunggu kabar darimu. Tak sempatkah kamu memberi pesan singkat untukku, bahwa disana kau baik- baik saja? Apa semahal itu pesanmu hingga tak kau sempatkan waktu untuk memberiku kabar. Bukan maksud ku untuk tidak mengerti kesibukanmu, tapi aku yang disini sedang menunggu kabar darimu. Aku bukan bermaksud untuk menun...
Komentar
Posting Komentar