11 Tahun dan Tetap Berlanjut(?)
Kau dan aku saling membantu
Membasuh hati yang pernah pilu
Mungkin akhirnya tak jadi satu
Namun bersorai pernah bertemu
Kalau
kisahku dan kamu adalah lagu, mungkin lagu Sorai milik Nadin Amizah yang paling
tepat menggambarkan perjalanan kita. Dua orang yang tidak ditakdirkan untuk
saling bertaut, dua orang yang terlambat dalam hal apapun; kau terlambat
menyadari keberdaanku dan aku yang terlambat mengungkapkan semuanya. Akhirnya
rahasia terbesarku kini terungkap juga, rahasia yang berhasil ku sembunyikan
darimu selama 11 tahun.
Sore
itu, menceritakan semuanya jujur membuatku lega sekaligus sesak. Perasaan yang
tak pernah sampai ini pada akhirnya sampai juga. Mencoba menyelami matamu yang
gelap dan dalam, nyatanya aku tak menemukan apapun. “Adakah aku di matamu?”
jadi tanya yang terus menerus tak menemukan jawab.
“Semuanya
tuh rasanya terlambat, tapi gue selalu merasa kalau lo adalah option. Padahal
sebenernya lo juga bukan option, kita juga udah gak bisa ngapa-ngapain lagi”
Tangisku
di sore itu adalah tangis paling jujur, tangis penyesalan atas apapun yang
terjadi dan di luar kendali kita. Sepulang dari perjalanan hari itu, aku selalu
mempertanyakan mengapa semua hal ini terjadi tapi terlambat? Apa ini yang
dinamakan bukan takdir? Sudah 11 tahun, aku masih terjebak dalam ketidakwarasanku
dan keinginanku—memilikimu sekali lagi.
I
fall in love with the right person, in the wrong time.
Komentar
Posting Komentar