Orang Tua di Mata Anak (Hari Anak Nasional)

Hari ini tanggal 23 Juli 2021, tepat Hari Anak Nasional. Saya ingin menulis beberapa hal yang menjadi keresahan saya tentang bagaimana pandangan anak terhadap orang tua, peran orang tua terhadap tumbuh kembang anak dan cara anak melihat orang tua. Tentunya saya membahas ini dengan bahasan yang mudah dipahami dan tetap berbobot sesuai panduan yang pernah saya pelajari di mata kuliah Keperawatan Anak. Semoga ini dapat bermanfaat bagi siapapun yang membacanya.

Menjadi orang tua tentu bukanlah hal mudah, semua pasti setuju akan hal itu. Tidak pernah ada buku panduan bagaimana cara menjadi orang tua yang baik. Menjadi orang tua adalah job atau pekerjaan yang akan dijalani dua orang seumur hidupnya. Orang tua tentu harus berhati-hati dalam memberikan pola asuh kepada anak. Dalam ilmu Keperawatan Anak, terdapat 3 pola asuh yang dapat diterapkan oleh orang tua dalam mendidik anaknya; pola asuh permisif, pola asuh otoriter dan pola asuh demokratis. Pola asuh permisif adalah pola asuh yang memberikan kebebasan penuh kepada anak untuk mengambil keputusan sendiri tanpa kontrol orang tua, sedangkan pola asuh otoriter adalah pola asuh yang diterapkan tanpa memberi kesempatan anak untuk berpendapat dan membuat keputusan (jadi seluruh keputusan akan ditentukan oleh orang tua tanpa melibatkan pendapat anak), yang terakhir adalah pola asuh demokratis yaitu pola asuh yang menanamkan disiplin pada anak dan menghargai kebebasan anak tapi tetap dengan arahan dan bimbingan untuk memberi penjelasan rasional dan objektif tentang keinginan dan pendapat anak. Pola asuh demokratis adalah pola asuh yang terbaik untuk mendidik anak. Pola asuh yang baik yang diberikan oleh kedua orang tua akan berpengaruh dalam proses tumbuh kembang anak. Jika tidak menerapkan proses pola asuh yang baik, anak akan tumbuh dan berkembang dengan berbagai gangguan pada biologis, psikologis, sosial dan spiritual. Anak akan tumbuh tanpa memiliki kepercayaan pada orang tua, sulit mengatur emosi, tidak bisa berpikir secara logis, bahkan akan merasa tak berarti dalam menjalani hidup.

Kehadiran kedua orang tua adalah hal yang penting bagi anak. Orang tua merupakan contoh bagi setiap anak-anaknya. Beberapa peran orang tua yang penting bagi anak adalah orang tua merupakan cinta pertama yang ia dapatkan dalam hidup, guru pertama yang mengajarkan segalanya, motivator terbaik ketika anak sedang menghadapi masalah dan juga menjadi alasan untuk anak hidup Bahagia. Tapi peran orang tua tersebut tidak akan terpenuhi jika orang tua melakukan kesalahan yang membuat orang tua menjadi orang tua “beracun” atau toxic parents bagi anak. Beberapa hal tersebut antara lain: 

1.    Membanding-bandingkan anak dengan anak lain

Orang tua seringkali berpikir bahwa membandingkan anak sendiri dengan anak lain akan memberikan motivasi bagi anak agar menjadi lebih baik. Namun, kenyataannya adalah kebiasaan membandingkan ini akan menimbulkan perasaan rendah diri pada anak.

2.    Menuntut anak menjadi dewasa sebelum waktunya

Anak perlu merasakan kehidupan sebagai anak-anak, bebas bermain dan berteman dengan yang seumuran. Jangan paksa anak untuk memikul tanggung jawab yang terlalu besar untuk anak seusianya. Dampaknya, anak akan mengalami gangguan emosional bila dipaksa menjadi dewasa sebelum waktunya.

3.    Menuntut anak untuk membahagiakan orang tua

Penulis dengan tegas menyatakan bahwa KEBAHAGIAAN ORANG TUA ADALAH TANGGUNG JAWAB SENDIRI DAN BUKAN KEWAJIBAN ANAK. Anak tidak pernah minta untuk dilahirkan ke dunia dan kehidupan anak dan kebahagiaannya adalah tanggung jawab orang tua karena telah membawa anak ke dunia. Oleh sebab itu, salah kaprah ketika ada orang tua meminta anak untuk membahagiakannya.

4.    Berdebat dan bertengkar di hadapan anak

Berdebat dan bertengkar di depan anak adalah perilaku buruk yang tanpa sadar sering dilakukan oleh orang tua. Dampak yang ditimbulkan akibat berdebat dan bertengkar di hadapan anak akan membuat anak memiliki gangguan perilaku dan psikologis. Anak akan tumbuh menjadi pribadi yang keras dan kasar karena mencontoh perilaku kedua orang tuanya.

Berikut beberapa opini saya tentang orang tua di mata anak spesial hari anak nasional. Semoga anda yang membaca nantinya dapat menjadi orang tua yang baik dan memahami anak.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

11 Tahun dan Tetap Berlanjut(?)

When I missing you ..

I pick you